(WNG, 06/02) - Berangkat dari potensi serta penjaringan permasalahan yang terdapat di Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, yaitu masih relatif tingginya tingkat belanja sayur masyarakat yang berbanding terbalik dengan masih adanya potensi lahan yang dapat dioptimalkan untuk menanam, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Diponegoro (KKN Undip) Tim I Kelompok 140 mendorong adanya program “Taman Apotek Pangan”. Program ini dicanangkan oleh Mahasiswa KKN dengan mengintegrasikan peran dari Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), serta Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai bagian dari Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) sebagai aktor dalam pelaksanaan taman ini nantinya.
Hadirnya program multidisiplin ini tidak terlepas dari partisipasi anggota tim KKN dari lintas jurusan yang dapat saling merelevansikan program. Mulai dari Mahasiswa Fakultas Hukum yang mencanangkan adanya Peraturan Kepala Desa tentang Ketahanan Pangan Lokal di Desa Mlokomanis Wetan sebagai landasan keberjalanan program dari hulu hingga ke hilir, Mahasiswa Arsitektur dan Sipil Sekolah Vokasi yang mengidentifikasi area lahan pada tahap persiapan, Mahasiswa Teknik Arsitektur dan Teknik Sipil yang merancang dan merealisasikan konsep rak vertikultur dan taman, Mahasiswa Teknik Elektro dan Teknik Mesin yang merancang dan sistem penyiraman otomatis berbasis arduino, serta Mahasiswa Manajemen dan Administrasi Logistik yang menyusun mekanisme manajemen bibit dan distribusi hasil panen.
Sebagai pilot project, program Taman Apotek Pangan ini mulai diimplementasikan di Dusun Sanggrong sebagai salah satu dari dua belas dusun yang ada di Desa Mlokomanis Wetan. Nantinya, jenis tanaman yang akan ditanam pertama kali berupa terong dan cabai disertai tanaman pendamping yang akan disediakan oleh ibu-ibu Dasawisma PKK Dusun Sanggrong. Realisasi program ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah desa dan pemangku dusun.
“Saya mendukung adanya program ketahanan pangan lokal ini sebagai embrio yang kedepan dapat dikembangkan bagi Dawis (Dasawisma) lainnya, nantinya penanaman dan perawatan taman ini akan dibuat jadwal bergilir bagi lima Dawis”, ujar Widodo, selaku Ketua RW 05 Dusun Sanggrong.
Hasil panen dari taman ini nantinya tidak hanya akan dibagikan kepada masyarakat secara merata saja, tetapi akan diprioritaskan terlebih dahulu kepada masyarakat yang berada pada garis kerawanan, seperti lansia, potensi stunting, serta masyarakat yang membutuhkan, hingga lebihan panen nantinya dapat dijual sebagai pemasukan kas Dawis.
Akhirnya hadirnya program ini bukan hanya selaras dengan program nasional dan daerah semata, akan tetapi sarana dalam mewujudkan pangan yang mandiri pada level desa serta mengoptimalkan peran serta elemen masyarakat berbasis kemanfaatan dan keberlanjutan.
Penulis : Muhammad Victor Ali
Editor : …
Ilustrasi : Dokumentasi Tim