Mlokomanis Wetan, Wonogiri - Sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan pemaparan kajian teknis dan serah terima luaran program kerja bertema ketahanan pangan di Desa Mlokomanis Wetan. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa dalam merancang langkah berkelanjutan untuk pengelolaan pangan, penataan ruang hijau, serta penguatan infrastruktur pendukung Taman Apotek Pangan.
Kegiatan diawali dengan pemaparan kajian terkait pengelolaan pengadaan bibit tanaman dan penyaluran hasil tanaman sebagai upaya keberlanjutan ketahanan hasil pangan desa. Selain itu, disampaikan pula perancangan layout Taman Apotek Pangan serta instalasi rak pembibitan bertingkat di lokasi taman sebagai bentuk optimalisasi ruang dan efisiensi pembibitan. Kajian teknis lainnya yang dipresentasikan adalah penerapan sistem drainase perkerasan permeabel untuk area Taman Apotek Pangan dan pekarangan rumah warga guna mengurangi potensi genangan sekaligus meningkatkan resapan air.
Selanjutnya, dilakukan serah terima luaran program kerja dari masing-masing mahasiswa kepada Pemerintah Desa Mlokomanis Wetan dan perwakilan masyarakat. Luaran tersebut meliputi Draf Akhir Rancangan Peraturan Kepala Desa Mlokomanis Wetan tentang Ketahanan Pangan Lokal, Modul Desain Instalasi Rak dan Penerapan Sistem Drainase oleh Glenaldy Wijaya (Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik), Laporan Hasil Pengujian Tanah Secara Kualitatif oleh Benedictus Marcelino Gian Atmojo Triyoso (Prodi Teknik Infrastruktur Sipil dan Perancangan Arsitektur, Sekolah Vokasi), penyerahan Modul Layout Peletakan Instalasi Rak Pembibitan Bertingkat oleh Fathya Khairunnisa (Prodi Arsitektur, Fakultas Teknik) kepada Pemerintah Desa dan Ketua RW, serta Modul Pengadaan, Pengelolaan, dan Penyaluran Hasil Tanaman Taman Apotek Pangan yang diserahkan oleh Fernando Aquero Simbolon (Prodi Manajemen Administrasi dan Logistik, Sekolah Vokasi) kepada Ketua RW.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan langsung terkait konsep rak pembibitan bertingkat serta penyerahan bibit tanaman secara simbolis kepada Kepala Dusun Sanggrong. Bibit tanaman yang diserahkan merupakan dukungan dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Pemali-Jratun di Semarang, berupa 50 bibit petai, 25 bibit ketapang kencana, dan 25 bibit tabebuya. Penyerahan ini menjadi langkah awal dalam penguatan vegetasi produktif dan penghijauan di kawasan desa.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan penanaman bersama oleh warga yang diawali dengan penanaman simbolis di sekitar area Taman Apotek Pangan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk partisipasi aktif masyarakat, tetapi juga wujud komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan dan ruang terbuka hijau di Dusun Sanggrong.
Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan seluruh luaran program kerja dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa dan masyarakat sebagai panduan pengelolaan Taman Apotek Pangan, penguatan ketahanan pangan lokal, serta pengembangan lingkungan yang lebih hijau dan berkelanjutan.