Desa Mlokomanis Wetan, 31 Januari 2026 – Mahasiswa Tim I Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil merancang dan memperkenalkan sistem penyiram tanaman otomatis berbasis mikrokontroler sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna bagi masyarakat petani lokal di Desa Mlokomanis Wetan. Program ini ditujukan untuk membantu petani dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan air dan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang sering dihadapi petani, seperti ketergantungan pada penyiraman manual, penggunaan air yang kurang efisien, serta keterbatasan waktu dan tenaga kerja. Melalui pemanfaatan teknologi mikrokontroler, sistem ini dirancang agar mampu melakukan penyiraman tanaman secara otomatis berdasarkan kondisi kelembapan tanah, sehingga air diberikan sesuai kebutuhan tanaman.
Sistem penyiram tanaman otomatis ini terdiri dari sensor kelembapan tanah sebagai perangkat input, mikrokontroler sebagai pusat pengolah data, serta pompa air yang berfungsi sebagai aktuator. Sensor akan mendeteksi tingkat kelembapan tanah, kemudian mikrokontroler memproses data tersebut untuk menentukan apakah pompa air perlu diaktifkan atau tidak. Dengan mekanisme ini, penyiraman dapat berlangsung secara optimal tanpa intervensi manual yang berlebihan.
Dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di area pertanian desa, mahasiswa KKN UNDIP juga memberikan penjelasan mengenai cara kerja sistem, manfaat yang diperoleh, serta perawatan alat agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Selain itu, petani diberikan pemahaman bahwa teknologi ini bersifat sederhana, mudah dioperasikan, dan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan lahan pertanian masing-masing.
Diharapkan penerapan sistem penyiram tanaman otomatis berbasis mikrokontroler ini dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung aktivitas pertanian di Desa Mlokomanis Wetan. Perangkat desa dan masyarakat petani menyambut baik program ini karena dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi beban kerja petani, serta mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna dalam sektor pertanian lokal.