Wonogiri, 2–3 Februari 2026
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan rangkaian kegiatan edukasi di Desa Mlokomanis Wetan, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Kegiatan tersebut meliputi edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada pelaku UMKM mebel serta edukasi Green Logistics kepada siswa sekolah dasar sebagai upaya meningkatkan kesadaran keselamatan kerja dan kepedulian lingkungan.
Edukasi K3 untuk Pelaku UMKM Mebel Dusun Winong
Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dilaksanakan pada Senin (2/2) di Dusun Winong. Kegiatan ini menyasar pelaku UMKM mebel dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja di sektor usaha yang memiliki risiko cukup tinggi.
Edukasi K3 tersebut dilaksanakan oleh Dilla Syafira Amalia (22), mahasiswa KKN Reguler Universitas Diponegoro Tim I Kelompok 136 dari Program Studi Manajemen dan Administrasi Logistik angkatan 2022. Kegiatan dilakukan secara langsung di lingkungan kerja UMKM mebel agar materi yang disampaikan mudah dipahami dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam penyampaiannya, penulis menjelaskan bahwa aktivitas kerja di UMKM mebel sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan alat kerja yang berpotensi membahayakan keselamatan pekerja. Salah satu alat yang memiliki risiko tinggi adalah gergaji mesin, sehingga diperlukan kehati-hatian serta penerapan standar keselamatan kerja.
Salah satu pelaku UMKM mebel di Dusun Winong, Walijo (67), menyambut baik pelaksanaan edukasi K3 tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga keselamatan diri dalam bekerja.
“Kegiatan ini mengedukasi tentang pentingnya kesadaran dan keselamatan diri dalam suatu pekerjaan, khususnya di UMKM mebel karena alat kerja yang digunakan sehari-hari cukup membahayakan, seperti gergaji mesin,” ujar Walijo.
Menurutnya, manfaat dari kegiatan edukasi K3 ini adalah tumbuhnya kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja, tidak hanya bagi pekerja secara pribadi, tetapi juga bagi masyarakat sekitar dan lingkungan kerja. Melalui kegiatan ini, penulis juga menyampaikan saran agar para pelaku UMKM mebel selalu menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai dengan ketentuan standar nasional sebagai langkah pencegahan kecelakaan kerja.
Edukasi Green Logistics untuk Siswa SDN 03 Mlokowetan
Kegiatan edukasi selanjutnya dilaksanakan pada Selasa (3/2) di SDN 03 Mlokowetan, Dusun Segeroh. Edukasi bertema Green Logistics: Mengenal Sampah Sejak Dini ini bertujuan menanamkan kesadaran dan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah kepada anak-anak sekolah dasar.
Kegiatan edukasi disampaikan oleh Dilla Syafira Amalia (22) secara interaktif agar materi mudah dipahami oleh siswa. Anak-anak dikenalkan pada konsep dasar Green Logistics melalui pemahaman jenis-jenis sampah, khususnya cara memilah dan membedakan sampah organik dan anorganik. Sebagai bentuk praktik sederhana, siswa diperkenalkan pada pemanfaatan botol plastik bekas yang diolah menjadi tempat sampah daur ulang. Botol-botol tersebut kemudian dikreasikan dengan warna dan hiasan sehingga menarik minat anak-anak sekaligus melatih kreativitas mereka.
Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif siswa selama kegiatan berlangsung. “Kami jadi tahu perbedaan sampah organik dan anorganik, dan ternyata botol plastik bisa dibuat jadi tempat sampah yang bagus dan berwarna,” ujar perwakilan siswa SDN 03 Mlokowetan.
Melalui kegiatan ini, siswa mulai memahami pentingnya menjaga kebersihan dan lingkungan dengan cara sederhana, seperti memilah sampah sejak dini. Penulis menyampaikan harapannya agar edukasi Green Logistics ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.
Rangkaian kegiatan edukasi K3 dan Green Logistics ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN UNDIP dalam mendukung peningkatan keselamatan kerja serta edukasi lingkungan di Desa Mlokomanis Wetan, sekaligus membangun kesadaran masyarakat dari berbagai kalangan terhadap pentingnya keselamatan dan pengelolaan lingkungan yang bijak.